Ketahui Pertolongan Pertama Pada Luka Bakar


Halo Sobat Relawan Muda Indonesia!!
Hai Sobat sukarelawan apakah kalian sudah mengetahui tentang Bagaimana Pertolongan Pertama pada luka bakar, jenis-jenis luka bakar dan cara penanganannya dengan benar?
Agar dapat memberikan pertolongan pertama pada luka bakar, kita harus mengenali jenis-jenis luka bakar terlebih dahulu. Selain itu, penanganan luka bakar perlu disesuaikan dengan tingkatan lukanya juga. kuyy langsung aja simak penjelasannya yaa..

Apakah yang dimaksud dengan Luka Bakar?
Apa yang pertama muncul di pikiran kita saat kita berada di bawah terik matahari, berada di dekat api atau sumber panas lainnya, memegang gelas yang berisi air panas, atau ketika sedang menyetrika pakaian? Membacanya saja seolah hawa panas tiba- tiba datang menghampiri kita. Tapi tahukah kita bahwa hal- hal tersebut dapat menyebabkan resiko terjadinya luka bakar apabila bersentuhan langsung (direct contact) dengan kulit kita.

PMI (Palang Merah Indonesia) mendeskripsikan luka bakar sebagai keseluruhan cedera yang terjadi akibat paparan suhu yang tinggi. Setiap orang dalam aktifitasnya setiap hari beresiko terkena luka bakar, terlebih lagi bagi anda yang setiap hari bekerja dekat dengan api dan sumber panas lainnya seperti koki, tukang las, pekerja pabrik yang menggunakan api listrik atau pemadam kebakaran. Tak jarang pula luka bakar disebabkan oleh kejadian rumah tangga yang terjadi secara tidak sengaja seperti terkena air panas dan terkena cipratan minyak saat memasak, akibat kecelakaan seperti kebakaran akibat meledaknya tabung gas, korsleting arus listrik dan lain sebagainya.

Ketahui sobat relawan muda Pertolongan Pertama pada luka bakar. Cedera akibat luka bakar dapat terjadi pada siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Jika bukan kamu yang mengalaminya, bisa saja keluargamu, dan kamu merupakan orang terdekat yang dapat membantu korban. Maka dari itu, penting untuk mengetahui cara memberikan pertolongan pertama pada luka bakar.

Penyebab luka bakar
Terdapat 4 penyebab utama timbulnya suatu luka bakar:
1.Panas dengan suhu di atas 60°C, contoh: api, uap panas, benda panas
2.Listrik, contoh: listrik rumah tangga, petir
3.Kimia, contoh: soda api, air aki
4.Radiasi, contoh: sinar matahari (ultraviolet), bahan radio aktif

Penggolongan Luka Bakar

A. Berdasarkan kedalaman kerusakan yang ditimbulkan, sebuah luka bakar dapat dibagi menjadi 3 tingkat, yaitu:
1.Luka bakar superfisial (derajat satu), Luka bakar ini hanya meliputi lapisan kulit paling atas saja (lapisan epidermis). Luka bakar ini biasanya ditandai dengan kemerahan, rasa nyeri, dan terkadang membengkak.
2.Luka bakar derajat dua (sedikit lebih dalam dari derajat satu), Luka bakar ini meliputi kerusakan lapisan paling luar kulit dan mengganggu lapisan di bawahnya dengan ditandai munculnya gelembung-gelembung yang berisi cairan di bawah kulit, bengkak di sekitar luka, kulit berwarna kemerahan atau bahkan menjadi putih, kulit lembap, dan rusak. Pada tingkatan ini, ciri yang paling khas adalah rasa nyeri yang hebat.
3.Luka bakar derajat tiga, Pada luka bakar tingkat ini, lapisan yang terkena luka bakar tidak terbatas, bahkan bisa sampai ke tulang dan organ dalam. Luka bakar ini merupakan tingkat yang paling berat. Biasanya ditandai dengan  kulit menjadi kering, pucat atau bahkan putih, namun bisa juga gosong dan hitam. Berbeda dengan derajat satu dan dua, luka bakar derajat tiga ini tidak menimbulkan nyeri.

B. Berdasarkan lokasi luka bakar dan luas permukaan tubuh yang mengalami luka bakar, terdapat 3 jenis luka bakar:
1.Luka bakar ringan
oLuka bakar derajat tiga kurang dari 2% luas, kecuali pada wajah, tangan, kaki, kemaluan, dan saluran napas
oLuka bakar derajat dua kurang dari 15% luas
oLuka bakar derajat satu kurang dari 50% luas
2.Luka bakar sedang
oLuka bakar derajat tiga antara 2%-10% luas, kecuali pada wajah, tangan, kaki, kemaluan, dan saluran napas
oLuka bakar derajat dua antara 15%-30% luas
oLuka bakar derajat satu lebih dari 50%
3.Luka bakar berat
oSemua luka bakar yang disertai cedera pada saluran napas, cedera jaringan lunak, dan cedera tulang
oLuka bakar derajat dua atau tiga pada wajah, tangan, kaki, kemaluan, atau saluran napas
oLuka bakar derajat dua di atas 10%
oLuka bakar derajat dua lebih dari 30%
oLuka bakar yang disertai cedera alat gerak
oLuka bakar mengelilingi alat gerak

Penggolongan Luka Bakar

Lalu bagaimana cara terbaik dalam menangani luka bakar? Untuk luka bakar ringan, dapat diberikan pertolongan pertama dengan cara sederhana sebagai berikut:
1.Tetap tenang dan jangan panik.
2.Alirkan air bersih dengan suhu normal ke daerah yang terkena luka bakar. Bila ada bahan kimia alirkan air terus menerus selama 20 menit atau lebih.
3.Lepaskan pakaian dan perhiasan. Jika pakaian melekat pada luka bakar, gunting pakaian di sekitarnya yang tidak menempel, dan jangan memaksa untuk melepasnya.
4.Tutup luka bakar, gunakan penutup luka steril (jika ada gunakan kasa steril).
5.Jangan memecahkan gelembung.
6.Jangan meniup luka, karena hal ini dapat memindahkan bakteri dari dalam mulut ke luka.
7.Jangan menggunakan mentega, odol, kecap, kopi, air es atau dedaunan untuk menutup luka.
8.Minum obat pereda sakit untuk mengurangi rasa nyeri seperti parasetamol.
9.Segera rujuk ke fasilitas kesehatan.

Ada hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan dan pencegahan luka bakar, diantaranya:
1.Jangan pernah gunakan air mengalir untuk pertolongan pertama pada luka bakar akibat sengatan listrik. Sesegera mungkin bawa pasien ke fasilitas kesehatan.
2.Untuk para ibu yang terbiasa menyiapkan air hangat untuk memandikan bayi atau anaknya, pastikan bahwa air dingin sudah disiapkan terlebih dahulu di dalam wadah, baru tambahkan air panas sedikit demi sedikit sampai suhu hangat tercapai.

Selain memahami pertolongan pertama pada luka bakar, penting melakukan langkah pencegahan. Seperti, menyimpan tabung pemadam kebakaran di rumah, atau memasang alarm yang berbunyi jika terjadi kebakaran.

Yuk Sobatt..pahami langkah penanganan pada luka bakar🙌🏼

Sumber : https://rsgm.maranatha.edu/2017/04/19/mengenal-luka-bakar/

 


 

Posting Komentar

0 Komentar